Bitcoin ve středu vzrostl a mírně navázal na noční zisky, protože obchodníci zůstali opatrně optimističtí ohledně obnovení příměří mezi Izraelem a Íránem zprostředkovaného USA, které se zdálo být dodržováno.
Zisky na širších kryptotrzích však po úterním růstu ochladly, protože obchodníci stále nejistě očekávají, zda příměří vydrží. Tato nejistota také podnítila realizaci zisků u hlavních altcoinů.
Bitcoin vzrostl o 0,7 % na 106 160,1 USD v 01:29 ET (05:29 GMT).
Pada hari Rabu, harga minyak Amerika yang diukur dengan West Texas Intermediate (WTI) turun tajam. Pasar tengah secara aktif menilai ulang kembali risiko geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan Axios tentang perkembangan positif yang signifikan dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Axios, Washington dan Teheran berada di ambang penandatanganan nota kesepahaman yang bertujuan membantu penyelesaian konflik saat ini dan membuka jalan bagi dialog yang lebih luas terkait program nuklir Iran. Dilaporkan bahwa poin-poin yang dibahas mencakup pencabutan bertahap pembatasan di Selat Hormuz, penerapan moratorium pengayaan uranium oleh Iran, serta pelonggaran sanksi Amerika, yang akan membuka blokir aset-aset Iran bernilai miliaran dolar yang dibekukan.
Selain itu, Gedung Putih mengharapkan tanggapan dari Iran mengenai isu-isu kunci dalam 48 jam ke depan. Seorang sumber yang terlibat dalam upaya diplomatik di Pakistan mengonfirmasi kepada Reuters bahwa para pihak "praktis sangat dekat" untuk memfinalisasi sebuah kesepakatan.
Perkembangan ini telah memicu sentimen risk-on di pasar keuangan, yang berujung pada penurunan tajam harga minyak karena para investor mulai secara aktif melepas "premi geopolitik" yang terkait dengan potensi risiko gangguan pasokan.
Selat Hormuz tetap menjadi rute yang sangat vital bagi pasar energi global: sekitar 20% dari total minyak yang dipasok secara global melewati jalur yang sempit ini. Setiap kemajuan yang stabil di kawasan ini otomatis mengurangi kekhawatiran mengenai kemungkinan gangguan terhadap pasokan minyak mentah.
Tekanan bearish di pasar semakin kuat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan sementara untuk inisiatif "Project Freedom". Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan memungkinkan terjadinya negosiasi diplomatik. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran saat ini tengah dilaksanakan, dengan penegasan bahwa Washington tidak berniat meningkatkan eskalasi konflik.
Penurunan harga minyak ini berlangsung meskipun situasi pasar fisik tetap tegang. Pada hari Selasa, American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan cadangan minyak mentah di AS sebesar 8,1 juta barel dalam seminggu, jauh lebih besar daripada proyeksi penurunan yang hanya 2,8 juta barel. Selain itu, analis dari Goldman Sachs memperingatkan bahwa cadangan minyak global telah mendekati level terendah yang tidak terlihat dalam delapan tahun terakhir.
Namun, dalam waktu dekat, pasar tampaknya lebih memperhatikan perbaikan dalam situasi geopolitik, dengan potensi kesepakatan antara AS dan Iran yang bisa secara bertahap menormalkan pasokan energi dan mengurangi risiko terhadap suplai global.
Dari perspektif teknikal, penembusan terakhir di bawah simple moving average (SMA) 200-periode pada grafik empat jam dilihat sebagai indikasi bearish utama. Relative Strength Index (RSI) menunjukkan fluktuasi dalam zona jenuh jual, yang bisa menunjukkan kemungkinan terjadinya koreksi.
Pada grafik harian, Relative Strength Index mengkonfirmasi sentimen bearish dalam jangka pendek dengan pergerakannya masuk ke wilayah negatif. Namun, penting untuk dicatat bahwa baik SMA 100 hari maupun SMA 200 hari belum menunjukkan perubahan arah, yang berarti harga minyak mungkin masih memiliki potensi untuk naik ke depan.
TAUTAN CEPAT