Kemarin, indeks saham ditutup menguat signifikan. S&P 500 naik 1,02%, sementara Nasdaq 100 menguat 1,23%. Dow Jones Industrial Average bertambah 0,63%.
Kontrak berjangka indeks mengalami peningkatan yang signifikan setelah sesi pasar tunai, menunjukkan adanya optimisme dari para investor. Sementara itu, harga minyak mengalami penurunan menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan dialog dengan Iran. Berita ini meningkatkan harapan akan terjadinya kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah, yang merupakan area penting untuk pasokan energi global.
Keyakinan akan kemungkinan pemulihan dialog dengan Iran, didorong oleh komentar dari presiden AS, membuat pelaku pasar mulai menilai kembali risiko yang ada. Berkurangnya ketegangan geopolitik biasanya mengurangi kepanikan mengenai gangguan pasokan, yang berakibat pada penurunan harga minyak mentah. Pelaku pasar tampaknya percaya bahwa pendekatan diplomatik dapat membawa stabilitas dan, akhirnya, meningkatkan pasokan minyak di pasar dunia.
Di sisi lain, kenaikan pada kontrak berjangka indeks saham menunjukkan bahwa investor masih melihat peluang untuk pertumbuhan lebih lanjut di pasar saham. Situasi geopolitik yang lebih aman, tidak adanya guncangan mendadak, serta kemungkinan meredanya tekanan harga komoditas bisa menciptakan suasana yang kondusif bagi peningkatan laba perusahaan.
MSCI All Country World Index naik 0,4%, mencatatkan delapan hari berturut-turut dengan kenaikan — rangkaian terpanjang sejak bulan September. Indeks-indeks Asia mengikuti jejak menguatnya Wall Street, dipimpin oleh sektor teknologi, dengan indeks regional meningkat 1,5% tengah optimisme bahwa berkurangnya ketegangan akan menekan harga minyak lebih rendah dan mendukung pertumbuhan.
Brent crude merosot 0,9% ke level US$98,44 per barel seiring munculnya sinyal bahwa Washington dan Teheran bisa melanjutkan negosiasi damai meskipun AS telah mengumumkan blokade di Selat Hormuz. Dolar AS mengalami penurunan terhadap sebagian besar mata uang G10. Imbal hasil Treasury meningkat, sedangkan imbal hasil obligasi 10 tahun turun satu basis poin menjadi 4,28% berkat harga minyak yang lebih rendah yang membantu menahan inflasi. Emas pulih setelah dua hari mengalami penurunan dan diperdagangkan sekitar US$4. 765 per troy ounce, sementara Bitcoin meningkat menjadi sekitar US$74. 300. Tembaga mencapai puncak tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Perlu diingat bahwa kemarin Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz setelah pembicaraan di Islamabad akhir pekan lalu tidak menghasilkan apa-apa. Iran menyebut pembatasan AS tersebut ilegal dan sebagai tindakan pembajakan, serta mengancam pelabuhan-pelabuhan di kawasan jika fasilitas miliknya sendiri menjadi sasaran.
Adapun untuk gambaran teknikal S&P 500, tugas utama pembeli hari ini adalah menembus level resistance terdekat di $6.896. Hal itu akan membantu indeks mendapatkan momentum kenaikan dan bisa membuka jalan bagi pergerakan menuju $6.914. Sama pentingnya bagi kubu bullish adalah mempertahankan kendali di atas $6.930, yang akan memperkuat posisi pembeli. Jika terjadi pergerakan turun di tengah menurunnya selera risiko, pembeli harus menunjukkan aksi beli di sekitar $6.883. Penembusan di bawah level tersebut dapat dengan cepat mendorong instrumen ini kembali ke $6.871 dan berpotensi membuka jalan ke $6.854.
TAUTAN CEPAT